Kamis, 25 Maret 2010

cerita sedih ! kisah cinta seorang anak.

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,
wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,
memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain
saja.
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya
membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya
menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga
Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan
membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Senin, 22 Maret 2010

Cerita Sedih Seorang Ayah.

25 tahun yang lalu,
Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku.. Cita-cita kami sederhana,ingin hidup bahagia.

22 tahun yang lalu,
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak ! sempurna. Kulitnya masih merah, mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami.. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.

19 tahun yang lalu,
Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi la! lu dari kursi ke lantai kemudian berteriak ‘Horeee, Iya bisa terbang’. Begitulah dia memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak jarang berteriak, ‘Iya sayaaang,’ jika sudah terdengar suara ‘Prang’. Itu artinya, ada yang pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca.. Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya terpental. Dan dia cuma bilang ‘Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah, Ma?’

18 tahun yang lalu,
Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. ‘Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain bola!’ tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. ‘Horee, Iya jadi pemain bola.’

17 Tahun yang lalu
Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Yang aku tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnyanya dari sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan ‘Iyaaaa’. Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata ‘Coba kalau kamu tak belikan ia bola!’

15 tahun yang lalu,
Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Aku hanya bisa membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari ke luar negeri. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia .

13 tahun yang lalu,
Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar.

10 tahun yang lalu,
Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya. ‘Biar cantik kalo kere ya kelaut aje.’ Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga. ‘Sabar ya, Nak!’ hiburku. ‘Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak diganggu!’ pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP.!

7 tahun yang lalu,
Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku, kembali menemui pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar kabarnya. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan itu pula yang membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia . Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP.. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja.

4 tahun lalu,
Kamila tak pernah telat ! mengirimi aku uang. Hampir tiga tahun dia di sana . Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.

3 tahun 6 bulan yang lalu,
Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia , kabarnya anakku ditahan. Dan dia diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh suami majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis, aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah.

2 tahun 6 bulan yang lalu,
Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah. Dan dia harus menjalani ! hukuman gantung sebagai balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. Wahai Allah kuatkan aku.
Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya. Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya sembab dan bengkak. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada.. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku.
‘Bapak, Iya Takut!’ aku memeluknya lebih erat lagi. Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya. ‘Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?’
‘Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan , Pak!’ Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku, tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu.

2 tahun yang lalu,
Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya. Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana . Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Dan ‘blass’ Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis. Setelah yakin sudah mati, jenazah anakku diturunkan mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku.

Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Aku mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang kukenal. ‘Kania?’
‘Mas Har, kau … !’
‘Kau … kau bunuh anakmu sendiri, Kania!’
‘Iya? Dia..dia . Iya?’ serunya getir menunjuk jenazah anakku.
‘Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar.’
‘Tidak … tidaaak … ‘ Kania berlari ke arah jenazah anakku. Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya ‘Terima kasih
Mama.’
Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya.

Setahun lalu,
Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku. Yang aku tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku, Kamila. Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku, dia sering berteriak, ‘Iya sayaaang, apalagi yang pecah, Nak.’ Kamu tahu Kania, kali ini yang pecah adalah hatiku.

Jumat, 19 Maret 2010

Cerita Sedih T_T.

Ada 3 orang profesional muda peserta sebuah seminar yang bernama CLiff, Animonzter, dan y0ng_en9el.
Mereka menginap di sebuah hotel berbintang 5. Mereka bergabung di kamar suite mewah di lantai 75 dimana ada 100 lantai di hotel itu.

Setelah mengikuti seminar yang melelahkan sampai malam, mereka pulang kembali ke hotel mereka.
Ternyata mereka kena apes, semua lift di di hotel itu macet total.
Mereka sudah cukup lelah untuk menunggu, lalu mereka sepakat naik menggunakan tangga darurat menuju kamar.

Sambil berjalan menuju pintu tangga darurat, CLiff punya usul, “Supaya kita nggak bosen naik tangga sebegitu banyak, bagaimana kalau mulai lantai 1 sampai 25 saya akan menyanyikan sebuah lagu-lagu, lalu Animonzter akan menceritakan cerita yang lucu-lucu mulai lantai 26 sampai 50, dan akhirnya y0ng_en9el menceritakan mengenai cerita sedih mulai lantai 51 sampai 75”.

Lalu mereka pun setuju. Mulailah mereka berjalan menaiki tangga, si Cliff pun mulai bernyanyi-nyanyi dengan gembira. Akhirnya lantai 25 sudah berlalu. Kemudian giliran berikutnya si Animonzter menceritakan hal yang lucu-lucu, hingga tak terasa lantai 50 hampir selesai. Akhirnya sampai ke lantai 51, mulailah si y0ng_en9el menceritakan cerita sedih.

y0ng_en9el bilang…., ”Baiklah, saya akan menceritakan sesuatu yang benar-benar membuat kita semua bersedih, ceritanya… Ternyata KUNCI KAMAR KITA TERTINGGAL DI MOBIL….”.
..!!!

Kisah Seorang Ibu. Sedih sangat..sedih.

erita ni aku dapat dari sebuah forum.
Ketika baca cerita nie, aku terfikir kan mak aku dan aku rasa sedih sangat.
Cuba korang hayati citer nie..:


ketika ibu saya berkunjung, ibu mengajak saya untuk shopping bersamanya kerana dia menginginkan sepasang kurung yg baru. Saya
sebenarnya tidak suka pergi membeli belah bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami pergi juga ke pusat membeli belah tersebut.

Kami mengunjungi setiap butik yang menyediakan pakaian wanita, dan ibu saya mencuba sehelai demi sehelai pakaian dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai penat dan kelihatan jelas riak2 kecewa di wajah ibu. Akhirnya pada butik terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencuba satu baju kurung yang cantik . Dan kerna ketidaksabaran saya, maka untuk
kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam fitting room, saya melihat bagaimana ibu mencuba pakaian tersebut, dan dengan susah mencuba untuk mengenakannya. Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan cuba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sedari. Setelah saya mendapatkan ketenangan
lagi, saya kembali masuk ke fitting room untuk membantu ibu mengenakan pakaiannya.

Pakaian ini begitu indah, dan ibu membelinya. Shopping kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat kulupakan dari ingatan . Sepanjang sisa hari itu, fikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam fitting room tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengenakan pakaiannya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya,
sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling berbekas dalam hati saya. Kemudian pada malam harinya saya
pergi ke kamar ibu saya mengambil tangannya, lantas menciumnya ... dan yang membuatnya terkejut, saya memberitahunya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan sejelasnya, betapa bernilai dan berrharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.

Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri. Dunia ini memiliki
banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu....!!!

Cerita Sedih dari bali 2.

KISAH SEDIH DARI BALIKisah sedihdialami Desak Suarti, seorang pengerajin perak
dari Gianyar, Bali . Pada mulanya, Desak menjual karyanya kepada seorang
konsumen di luar negeri. Orang ini kemudian mematenkan desain tersebut.
Beberapa waktu kemudian, Desak hendak mengekspor kembali karyanya. Tiba-tiba,
ia dituduh melanggar Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs). Wanita
inipun harus berurusan dengan WTO."Susah sekarang, kami semuanya khawatir,
jangan-jangan nanti beberapa motif asli Bali seperti `patra punggal', `batun
poh', dan beberapa motif lainnya juga dipatenkan", kata Desak Suarti dalam
sebuah wawancara.Kisah sedih Desak Suarti ternyata tidak berhenti sampai di
sana . Ratusan pengrajin, seniman, serta desainer di Bali kini resah menyusul
dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga negara asing. Tindakan
warga asing yang mempatenkan desain warisan leluhur orang Bali ini membuat
seniman, pengrajin, serta desainer takut untuk berkarya.Salah satu desainer
yang ikut merasa resah adalah Anak Agung Anom Pujastawa. Semenjak dipatenkannya
beberapa motif desain asli Bali oleh warga asing, Agung kini merasa tak bebas
berkarya. "Sebelumnya, dalam satu bulan saya bisa menghasilkan 30 karya desain
perhiasan perak. "Karena dihinggapi rasa cemas, sekarang saya tidak bisa
menghasilkan satu desain pun," ujarnya hari ini. Potret di atas adalah salah
satu gambaran permasalahan perlindungan budaya di tanah air. Cerita ini
menambah daftar budaya indonesia yang dicuri, diklaim atau dipatenkan oleh
negara lain, seperti Batik Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo,
Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange,
dan lain sebagainya. LANGKAH KE DEPANIndonesia harus bangkit dan melakukan
sesuatu. Hal inilah yang melatarbelakangi berdirinya Indonesian Archipelago
Culture Initiatives(IACI), informasi lebih jauh dapat dilihat di http://budaya-
indonesia. org/. Untuk dapat mencegah agar kejadian di atas tidak terus
berlanjut, kita harus melakukan sesuatu. Setidaknya ada 2 hal perlu kita secara
sinergis, yaitu:1. Mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum.
Kepada rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang memiliki kepedulian (baik
bantuian ide, tenaga maupun donasi) di bagian ini, harap menggubungi IACI di
email: [EMAIL PROTECTED] indonesia. org2. Mendukung proses pendataan kekayaan
budaya Indonesia . Perlindungan hukum tanpa data yang baik tidak akan bekerja
secara optimal. Jadi, jika temen-temen memiliki koleksi gambar, lagu atau video
tentang budaya Indonesia , mohon upload ke situs PERPUSTAKAAN DIGITAL BUDAYA
INDONESIA , dengan alamat http://budaya- indonesia. org/Jika Anda memiliki
kesulitan untuk mengupload data, silahkan menggubungi IACI di email: [EMAIL
PROTECTED] indonesia. org- Lucky Setiawannb: Mohon bantuanya untuk menyebarkan
pesan ini ke email ke teman, mailing-list, situs, atau blog, yang Anda miliki.
Mari kita dukung upaya pelestarian budaya Indonesia secara online.
.

Chat online and in real-time with friends and family! Windows Live Messenger






Gua beberapa tahun lalu pernah bertemu dengan orang Deplu yang menjabat di
bagian Intellectual Right Property (Dept ?), dan gua juga sampaikan keluhan
ini...kayaknya not much they do for it..or bingung (?) kali...
Well, since banyak teman2 alumni kita yang juga bertengger di Deplu...please
sampaikan lagi kepada Dept or Divisi tsb ! Kita penasaran, apa kerja mereka
sebenarnya dan bagaimana koordinasi mereka dengan Dept. lokal yg
bersangkutan...? Or vice versa nya lah...
Gua sih berusaha menyuarakan melalui Dept. Perindustrian dan Yayasan Perhiasan
Indonesia...biar orang kecil, berjuang terus !! wish me luck, guys !!! but
still need your support for the actions...

[AFU] KISAH SEDIH DARI BALI.

Ga usah bingung... memang negara kaya itukan semakin rakus... mereka punya
uang, jadi dia akan beli semua kekayaan yang ada dimanapun..termasuk budaya
orang lain.
Lembaga paten juga dibuat serba normatif, pokoknya kalo ada orang yg lebih dulu
datang dengan suatu karya, tanpa melihat atau mengkaji karya tersebut , misal
karya tersebut hanya ada di suatu bangsa tertentu, maka yg datang terlebih
dahulu yg dipatenkan, maka itulah yg terjadi di Bali. Masa sih lembaga tersebut
ga bisa melihat karakter bangsa atau budaya bangsa?
Atau dari bangsa kita sendiri juga memang kurang peduli atau terlalu baik dan
naif dengan permainan lembaga atau negara kaya. Kita jangan terlena dengan
sebutan negara yg ramah tamah, sehingga bangsa lain seenaknya menjajah dan
merampas. Contoh lain Pulau kecil di perbatasan Malaysia, sudah ada yg diambil.
Wah jadi marah2 nih..Lukman sih

--- On Sun, 10/12/08, Luckman A Setyawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Luckman A Setyawan <[EMAIL PROTECTED]>Subject: Re: [AFU] KISAH SEDIH DARI
BALITo: [EMAIL PROTECTED]: Sunday, October 12, 2008, 5:46 PM



Yang saya gak mudeng dan di luar nalar saya adalah :

1. Kalau ingin mematenkan sebuah karya, produk, motif, kemudian di belakang
hari ada klaim bahwa desain atau produk itu adalah milik suatu bangsa, apakah
lembaga yang mengeluarkan hak paten itu mbudeg, micek, gak mau tau, pokoknya
siapa yang dulu-duluan mematenkan itu yang dapet.

2. Kalau ternyata orang yang mematenkan produk/hasil karya/design orang lain,
yang sudah turun temurun, tetapi belum di patenkan oleh pemiliknya, apakah si
pencuri yang mematenkan hasil karya orang tidak mendapat sangsi ?

Hal ini sudah berlangsung dari dulu, mulai tempe, batik, sampe lagu daerah yang
di patenkan malaysia, dan ini akan berlangsung terus, ya kalau emang aturannya
seperti itu, besok saya juga mau minta patent atas kapak Tomahawk milik suku
Indian, bahwa itu hasil karya saya.

Sementara hasil karya kita di patenkan orang, eh kita cuma make software
bajakan punya Mikocok aja di permasalahkan, waktu SBY belum salaman sama Bill
Gates, harga Window XP cuma $ 75, sekarang XP Pro gak kurang dari US $ 150, dan
warnet pun di razia oleh para kaki tangan Microsoft yang berseragam dan di gaji
oleh duit rakyat (gak usah gua sebutin loe dah pada tau) dan gak mungkin mereka
bergerak tanpa perintah dari boss nya boss.

Dari semua Presiden yang pernah memerintah di Republik ini, tidak satu pun yang
melaksanakan Sila ke Lima dari Pancasila, .....kalau pada gak inget, karena
sudah banyak dilupakan oleh orang-orang : KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT
INDONESIA.

Kalau Keadilan Sosial bagi segelintir kroni Presiden, semua Presiden di
Republik ini menjalankannya dengan sepenuh hati.

Sekedar renungan bagi para rekan yang sekarang dah pada jadi dosen, sapa tau
ada alumni yang some times jadi Presiden, dan renungan juga menjelang pemilihan
Presiden, dan renungan juga bagi para rekan2 yang dah pada jadi Diplomat,
apakah bangsa Indonesia ini akan tetap sebagai budak dan bulan2 an bangsa lain,
apakah bangsa ini akan tetap tidak punya bargaining position, sehingga produk
hasil karya orang Indonesia tidak pernah di akui oleh dunia, karena semua
literatur sejarah kesenian yang paling lengkap adanya di Belanda, sehingga
bebas merdekalah orang mematenkan hasil karya orang indonesia, jadi, siap 2 aja
kalau mau bikin tahu, biar kata mbah buyut lo pade orang Sumedang dah bikin itu
tahu dari jaman voor de oorlog, tapi waktu mau eksport, terkena sanksi
melanggar Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs). karena itu tahu
sudah terdaftar patent nya atas nama orang dari negara lain.

Bayangkan dan renungkan, kalau Pangeran Rainier dari kerajaan Monaco, meminta
hak paten atas bendera merah putih, dan hanya kerajaan Monaco yang berhak punya
dan mengibarkan bendera merah putih, negara yang tidak punya hak paten
tersebut, silahkan mengganti warna benderanya, dan permohonan hak patennya
dikabulkan.

Ni gua bukan ngebodor, soalnya kalau gua tahun 77 dulu mengeluarkan pendapat,
kalau entar angklung, batik, tempe bakal di klaim jadi milik Malaysia,
niscayalah saya akan jadi bahan olok2 an, eta si Luckman kumat gelona.....tapi
pada akhirnya...terbukti kan, nah kalau 30 tahun kedepan, waktu kita dah pada
tua, peot, gak berdaya, bendera nasional mesti ganti warna, karena keduluan di
patenkan, baru pada berguman.... ..kalau gak salah...duluuuuuuuu Luckman teh
pernah ngadongeng kitu....geuning enyaan euy.

Perkara ada hukum Internasional yang mengatur hal itu what ever lah, yang
penting kalau ga punya bargaining position, suatu bangsa gak akan berdaya apa2,
dan negara adi kuasa bisa berbuat apa saja, contohnya perlakuan Amerika atas
Irak.

Jadi kalau kita tetap gak punya posisi tawar, pejabat2 nya bisa di beli, dan
para penjual negara masih bebas beroperasi di republik ini, maka kisah sedih
ini akan tetap berkesinambungan, gak cuma dari Bali, tapi dari Sabang sampai
Merauke, dan yang kita perbuat ....ya hanya memforward email kisah sedih tadi
dari milis ke milis.....dan rekan-rekan yang pada menduduki jabatan eksekutif,
Yudikatif maupun legislatif.. ......ya cuma baca sekilas, sambil berguman, ah
bukan urusan gua inilah, itu mah dah nasibnya aja....dan kembali berpikir,
besok mau makan siapa, dan bikin proyek apa......... ......... ....

Eh ada ding yang menindak lanjuti, itu rekan para pembuat acara di TV, dibuat
acara info taintment, debat publik, bincang-bincang dll mengenai hal diatas,
kan rame tuh, terus para pengisi acaranya pada dapet honor, selanjutnya.
.....ya bikin acara dengan topik yang lain lagi dong ah......hiiiiiiiiii
iiiiiiiiiiiiiii


Luckman




----- Original Message -----
From: Okkeu Solichin
To: alumnifisipunpar@ yahoogroups. com
Sent: Sunday, October 12, 2008 8:06 PM
Subject: [AFU] KISAH SEDIH DARI BALI


Dulu sudah sering dengar cerita seperti ini, kalau sekarang masih begini2
juga...hmmhhh. .. seorang manusia itu mesti ada sedihnya. annasrei484@gmail.com


Sabtu, 13 Maret 2010

Kisah Sedih dari Wamena.

Dalam sesi pelatihan ada sesi yang disebut sesi testimonial, berbagi kisah nyata dari lapangan:
Kisah sedih 3 orang perempuan yang diduga sakit AIDS di bakar di daerah pedalaman Wamena, dua lainnya bisa diselamatkan, Mereka menderita penyakit IMS, kini ditangani oleh para pendamping di Wamena, 3 orang perempuan yang dibakar itu sudah berada di surga bersama Yesus
Kisah sweeping atas nama ketertiban dan keamanan untuk kebersihan Wamena dari penyakit sosial, para pekerja sex ditangkap dan ditest HIV tanpa protap yang benar, 5 orang terjaring positif dan dideportasi ke Jayapura, satu di antaranya masyarakat asli, sekarang ditangani YPKM
Baru saja sore ini Raflus mengunjungi ODHA berumur 17 tahun yang asli masyarakat kampung dan perempuan....
ternyata sudah beberapa perempuan yang hidup dengan HIV yang dibakar, atau yang diciduk keluarganya dari RS untuk di buang............ sampai dengan saat ini belum ada laki-laki yang ditangkap dibakar, dibuang dan diapa apakan.....padahal merekalah yang paling banyak menjadi pelaku penularan juga carrier HIV... maka HIV merdeka beredar dan menikmati kebebasan sebebas bebasnya.....
Ini kisah sedihku dari pedalaman Papua.....

Berbagi Kisah di Barak Merah
Memasuki rumah petak bertembok dan agak gelap karena tertutup,kesannya seperti warung. Para PSK di sini pernah di ciduk dengan tuduhan penyebar HIV dan karena kebanyakan pendatang maka ada beberapa yang diperiksa paksa terbukti ada beberapa yang sudah tertular HIV. Mereka dimasukan dalam tahanan semalam karena ternyata tidak berKTP. Yang positif ditangani YPKM di Jayapura. Sementara yang tidak positif di lepaskan, dan ikut terciduk juga beberapa perempuan yang bukan pendatang namun telah dipulangkan ke rumah. Kebanyakan mereka datang dari lokalisasi Tanjung Elmo Jayapura dan mulai berumur. Sweeping PSK atas dorongan beberapa tokoh agama.... maka semakin seru ceriteranya. Mereka yang sebagian besar berasal dari Jawa Timur ini, kelihatan tertekan dan merasa terancam terutama setelah mengetahui bahwa ada teman yang sudah positiv HIV. Ternyata tidak semua PSK tertular HIV. Tuduhan bahwa ini gaya baru teroris yang akan memusnahkan etnik Papua, makin heboh,,,cenderung dipolitisir. Maka kambing hitam HIV kini semakin jelas dituduhkan kepada para PSK pendatang yang menurut dugaanku adalah korban jaringan perdagangan perempuan. Lalu bagaimana dengan para "mobiling men" yang melakukang pengembaraan seksual ke Jayapura,Sorong,Ujung Pandang,Jakarta,Singapura, Thailand dll????? mereka ada lebih ratusan orang yang terdiri dari para pejabat, para pengusaha, mereka yang berduit...
Aku memberikan sebuah pertanyaan reflektif kepada para peserta pelatihan : "Mengapa perempuan itu memilih menjadi PSK???" ndak usah dijawab sekarang, ndak usah juga mencari-cari alasan yang tidak berdasarkan fakta tetapi mereka harus pulang dan mengadakan kajian yang benar........MENGAPA????
Aku makin sedih dan trenyuh ketika ternyata ada ODHA yang sedang sakit parah ditangani YPKM ada yang masih SMP dan ada yang SMA, siswa Papua asli....siapa dan melalui apa mereka memperolehnya???? Salah satunya adalah anak salah seorang Gembala Umat...ini ironi Papua babak berikutnya setelah kemiskinan dan penindasan.
Sambil memandang puncak Piramida yang berselimut awan hitam aku berdoa moga-moga pelatihan ini bisa merupakan setitik kecil harapan....
Wamena semakin berhujan.. dan aku rindu pulang rumah karena anakku juga sudah pemuda berumur 19 tahun..Tuhan lindungilah dia

Berbagi Kisah di Jalanan pada Tengah Malam Dingin
Dari HAotel Baliem Pilamo, saya di jemput akitivis YPKM cab.Wamena bersama istrnya menelusuri Jl. Irian untuk cari makanan pinggirana jalan, sekaligus mengamati perilaku para pemuda dan pemudi yang mulai ramai. Sambil makan sate jualan Mas dari Jawa yg rambut cepak mataku tertuju kepada para remaja Wamena yang duduk dan berdiri bergerombol diantara mereka ada sekelompok anak jalanan yang duduk sambil berdiang, tampaknya sedang menikmati/menghirup secara sembunyi-sembunyi lem Aica-Abon yang sering membuat ketagihan itu. Seusai makan, kami berjalan menyusuri jalan yang panjang ini....lewat seorang lelaki mabuk, yang tiba-tiba membuka celananya dan buang air kecil di hadapan dua orang remaja putriawa ...waduh...kami semua sempat melihat penisnya.....dan semua orang tertawa.... kami juga menjumpai para remaja yang sedang kasmaran....akhirnya kami tiba di sebuah bar tertutup yang ternyata milik seorang pendatang yang menikah dengan perempuan Papua di mana Pekerja Seksnya kebanyakan perempuan asli Papua. Bangunan ini tidak terkesan mewah, bahkan seperti gudanng kayu yang tertututp rapat.Tapi di dalamnya, ada beberapa kamar kecil untuk tidur, banyak perempuan menghuni kamar-kamar tersebut. Tampaknya tempat ini adalah tempat transaksi lalu tempat pelayanan di luar di kota.
Dalam perjalanan kembali ke hotel, kami menyaksikan sepasang pemudi dan bapak-bapak setengah umur jalan dan tanpa sadar bapak tersebut menyodorkan uang ke tangan si remaja ini, lalu berpisah. Kami mengejar si remaja dan mengajaknya berjalan dengan cara yang menarik ala "aktivis HIV"...anak remaja perempuan ini berumur 15 tahun, putus sekolah klas 6 SD, dan sudah berhubungan sex di jalanan lebih dari 10 lelaki, dan yang tadi memberikan uang itu adalah gurunya semasa SD, hanya memberikannya Rp 5000,-.......
Byangkan gurunya memanfaatkan mantan muridnya........ini sekelumit kisah dari Wamena di waktu malam

Pelacur yang Disambiti
Sikap para pimpinan agama, KPAD Kab Jayawijaya, Kapolres tampaknya sangat keras menolak seorang PSK pendatang yang sudah dideportasi ke Jayapura yang ingin kembali ke Wamena untuk mengurus hutang-piutang dan barang-barangnya, perempuan ini benar2 sudah ditolak. Kisah Yesus dan Perempuan "pezinah" dalam Alkitabku kini berulang dalam bentuk yang lain. Ia telah ditulari HIV tentu oleh para lelaki yang tinggal di Wamena...dan lelaki-lelaki itu kini sedang asik menulari orang lain dengan bebasnya. Para lelaki Papua yang berkantung tebal yang sering melakukan pengembaraan sexual di daerah luar Wamena dan di luar Papua yang jumlahnya lebih dari ratusan orang ternyata tidak diperhitungkan sebagai penular berbahaya virus mematikan ini...mereka bebas melakukan penularan kepada istri-istri mereka, teman kencan mereka.. bahkan banyak yang sering bertandang ke barak-barak dan bar bar para Pekerja Sex.......dan menulari para perempuan ini.....wahai Wamena yang dingin dan exotic...janganlah kau sambiti pelacur itu karena matamu dan hatimu akan tertutup terhadap fakta bahwa yang berbahaya itu adalah para pelanggan dan para laki-laki pengembara sexmu......yang pasti terbanyak adalah orang asli Papua dan sebagian besar dari mereka sudah hidup dengan HIV.