Rabu, 21 April 2010

Cerita Sedih | DEMI PULANG (kisah sedih seorang TKI).

Cerita mengharukan dari sebuah email di mailist sebelah, betapa menyedihkannya nasib TKI kita..

PULANG
Pada hari Minggu 12 Oktober, beberapa teman seperti pak Dewanto dan pak Anung dan juga ustadz Musa Syarof - menemui seseorang TKI yang bernama pak Safi'i, pekerja konstruksi bangunan yang saat itu sedang sakit. Perkenalan dengan pak Safi'i yang sudah almarhum saat ini, adalah dari pak ustadz Musa Syarof yang juga dipertemukan atas izin Allah berjumpa dengan kawan pak Safi'i didekat tempat pak Musa mengajar.


Ketika saya berjumpa Pak Safii'i kelahiran Bojonegoro tahun 1967 ini di klinik Family Setiawangsa memang sangat menyedihkan, kondisi badannya sangat memprihatinkan, badannya luar biasa kurus. Beliau sudah hampir tidak kuat lagi berjalan, bahkkan posisi duduk sekalipun harus mengangkat kaki - hal ini dikarenakan hampir 2 bulan, beliau tidak sanggup makan karena sakit yang luar biasa dideritanya di gusi dan kerongkongan ( saya melihat giginya sudah tidak tampak lagi karena gusi makin mebesar).
Dokter klinik Setiawangsa angkat tangan, menyatakan bahwa penyakit pak Syafi'i bukanlah kasus penyakit biasa, tetapi penyakit berat dan harus diteliti lebih lanjut oleh rumah sakit yang memiliki fasilitas seperti test darah darah, X ray dan lain-lain.

Akhirnya kami berserta rekan-rekan membawa pak Syafii ke HKL, dan setelah menjalani beberapa test di HKL, akhirnya pak Syafi'i harus menginap untuk perwatan lanjut di rumah sakit. Sampai sini kami akhirnya agak lega, ... karena tentu saja, paling tidak beliau sudah bisa makan walaupun melalui infus, dan setelah itu harapan kami beliau menjadi sehat, mendapat perpanjangan working permit yang di idamkan, PULANG ke Indonesia.
Ketika beliau kami antarkan ke kamar perawatan, terlihat kadang-kadang pak Syafi'i mengusap usapkan air mata, sedih entah mengapa. Saya berusaha membuat beliau tertawa, tapi entah kenapa apakah joke saya tidak lucu kali ya?
Berita mengejutkan ketika esok harinya Senin pagi, dikabarkan pak Syafi'i meninggal dunia jam pukul 9 pagi, menurut dokternya beliau PULANG dalam keadaaan yang sangat tenang. Menurut dokter yang merawat beliau, beliau terkena kanker darah, jumlah sel darah putihnya bertambah abnormal sampai 100 ( normal hanya 4 saja) .....
Inallilahi wa inailahi rojiun.
Saya seolah tidak percaya baru kemaren bersama beliau ... yakin akan pemulihan tubuhnya sewaktu di rumah sakit, yakin akan mendapat perpanjangan working permit dan yakin beliau akhirnya PULANG ke Indonesia .... yach .. betul beliau betul-betul PULANG ..... jasadnya ke Bojonegoro dan rohnya PULANG ke Rahmatullah. .

WORKING PERMIT
Memang betul pak Safi'i sebagai pekerja konstruksi di Pahang sudah tidak memiliki working permit sejak Agustus 2008 , tepat 2 bulan ketika permulaan beliau sakit. Tetapi seharusnya perpanjangan working permit sudah diatur dari sebelumnya - kalaupun sakit tentunya sudah ada asuransi yang mengcovernya - majikan ataupun agen yang melalaikan kewajiban ini. Sedih dan perih rasanya ketika memikirkan nasib pak Syafi'i ini, masih ingin berusaha bekerja tapi sakit... ingin sembuh dari mana biaya untuk kesembuhan?
Perusahan tempat dia bekerja tidak mengeluarkan uang sepeserpun demi sebuah asuransi kesehatan.
Akhirnya pak Syafi'i hanya dapat pergi ke klinik biasa, demi menghilangkan rasa sakitnya saja. .
Dan selama beliau sakit di habiskan di tempat tidur, di tempat kost kawan-kawannya di Kuala Lumpur.
Saya percaya setelah sakitnya tak kunjung sembuh, rencana berubah, keinginan untuk mendapat working permit kini hanyalah PULANG ke Indonesia dirawat disana, bukan lagi bekerja, itu saja!!. Dengan perpanjangan working permit beliau akan merasa aman, pada saat keluar dari perbatasan negara Malaysia.
AKHIR KATA
Pak Syafi'i selamat jalan ....kami tak mengenal anda sebelum ini, akan tapi ketika kami sudah merasa dekat dengan anda, seperti halnya saudara Islam, engkau malah meninggalkan kami, terlebih dahulu ...
Kami tidak bisa membayangkan:

*bagaimana anda sanggup bertahan terhadap sakit anda sampai maut menjemput,
*bagaimana anda tidak bisa makan selama hampir 2 bulan...
*bagaimana ketika saat sakit tidak bersama isteri anda, tidak ada keluarga dikasihi, ketika berpulang ...
*Bagaimana teganya Agen dan syarikat kerja? Peduli kah mereka terhadap nyawa anda ? Apa agen itu juga manusia yang mempunyai hati? Tidak pernahkah mereka mempunyai saudara yang sakit ...
*Bagaimana rasanya ketika hidup anda terus bersembunyi takut karena working permitnya habis -

berapa banyak Syafi'i2 ini di Malaysia. Mudah-mudahan Allah SWT, mempertimbangkan pak Syafi'i, mati syahid.... mati dijalan Allah demi keluarga...
Saya sangat berterimakasih kepada rekan yang telah banyak membantu pak Syafi'i .... sampai jasadnya di kirim ke Bojonegoro hari ini menggunakan Merpati Air lines

1.Pak Ustadz Musa Syarof
2.Pak Anung - MYCOMMIT
3.Pak Afar
4.Pak Dewanto
5.Pak Taufik - MYCOMMIT
6.Pak Jarin - kawan TKI
7.Pak Samsul - kawan TKI
8.Pak Salimin - mandor pak Syafi'i.
9. Pak Wery Kusyanto - Consular dept. KBRI
10.Pak Faizal - KBRI
11.Bapak-bapak teman pengajian Sabtu.
12.Bapak - bapak yang saya tak saya sebut kan satu persatu.

Kami menunggu, partisipasi rekan-rekan dalam membantu terutama biaya pengiriman jenazah dari KL - Surabaya sampai Bojonegoro (termasuk pengambilan jenazah, dimandikan, dikafani, di shalati, diberi cairan khusus, di berangkatkan ke Surabaya, ambulans dari Surabaya - Bojonegoro) yang ditanggung oleh pihak kami dan mandornya pak Salimin, dengan total sebesar RM 4350.
Diatas semua ini, mari kita mohon doa kepada Nya, ...mudah2an Allah mengampuni dosa beliau selama di dunia, dan dengan rahmat-Nya pula, mudah2an sakit selama ini dapat dijadikan sebagai penghapus dosa beliau di dunia.
Doakan mudah-mudahan pemerintah kita termasuk KBRI diberikan kekuatan, tegas dalam menindak, pelaku yang tidak bertanggung jawab seperti ini.
Jazakumullah.

sumber:annasrei.blogspot.com)

0 komentar:

Poskan Komentar